Kisah Pilu tentang Gaby (yang lain)

25

Banyak banget cerita tentang Gaby ( Penyanyi Tinggal Kenangan), sampai-sampai saya sendiri bingung yang asli yang mana tidak ada yang tahu.

Gaby adalah seorang pelajar SMU klas III di Madiun. Pada saat itu di sekolahan dia sedang di adakan ujian akhir. Lalu setelah beberapa waktu berlalu akhirnya ujian selesai. Dan pihak sekolah berencana mengadakan Pentas Aksi Pelajar yang nantinya akan di ikuti oleh masing-masing kelas. Untuk kelasnya Gaby, dia di pilih sebagai wakil dari kelasnya untuk tampil di acara Pentas Aksi Pelajar tersebut. Bukan main senangnya hati Gaby bisa unjuk kebolehan di acara tersebut.

Pada acara tersebut gaby berencana untuk membawakan sebuah lagu ciptaannya sendiri, karena kebetulan dia sendiri seorang vokalis di salah satu band lokal di daerah Madiun. Gaby berencana untuk menciptakan lagu sendiri namun setelah beberapa lama belum juga tercipta sebuah lagu, akhirnya Gaby minta tolong sama pacarnya untuk ikut menciptakan sebuah lagu, kebetulan pacarnya juga satu sekolahan dengan Gaby. Setelah utak utik kata dan kalimat akhirnya Gaby dan pacarnya dapat menciptakan lagu yang diberi judul “Kenangan Terindah”.

Disela waktu mengisi kekosongan karena habis ujian dan sambil menunggu acara Pentas Aksi Pelajar tersebut, Gaby bersama kawan-kawannya mengadakan tamasya ke daerah Dataran Tinggi Sarangan (Jawa tengah, saya dulu pernah lewat sana mungkin tempatnya seperti kawasan Puncak, Bogor, tetapi disini lebih curam jalanannya. Tempat paling terkenal disini adalah Grojogan Sewu/ Telaga Sarangan). Pada saat bersama kawan-kawannya disana, gaby menelepon pacarnya untuk datang kesana menemaninya sebentar, karena dia ingin melewati suasana indah disana bersama sang pacar yang sangat di sayanginya. Lalu sang pacar pun datang memenuhi permintaan Gaby untuk datang ke Sarangan. Mereka berduaan kangen-kangenan sambil ikut jalan -jalan bersama kawan-kawan lainnya di area tamasya. Setelah beberapa lama ketemu, barulah sang pacar pulang kembali kerumah, sementara Gaby masih berada di sarangan bersama kawan-kawannya.

Gaby berencana puloang esok harinya sementara pacar Gaby pulang saat itu juga. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba pacar Gaby mengalami kecelakaan dan dibawa ke Rumah Sakit. Namun akhirnya nyawanya tidak dapat tertolong lagi karena luka yang cukup parah. Gaby pada saat itu tidak mengetahui kejadian yang menimpa sang pacar. Keesokan harinya Gaby bersama kawan-kawannya pulang kembali ke rumah masing-masing. Dan sesampainya di rumah pun Gaby juga tidak mendengar khabar tentang sang pacar karena dari orang tua sang pacar, orang tua Gaby maupun kawan-kawannya sepakat untuk tidak memberitahukan kejadian yang menimpa sang pacar kepada Gaby. Waktu demi waktu dilewati gaby tanpa ada keganjilan sampai akhirnya pada suatu hari di sekolahan ada pengumuman bahwa acara Pentas Aksi Pelajar di undur. Gaby bertanya-tanya ada apa gerangan kok tiba-tiba acaranya diundur, sementara Gaby sendiri sudah ingin sekali tampil membawakan lagu yang diciptaknya bersama sang pacar, serta ingin unjuk kebolehan di depan pacarnya.

Tiba tiba, Perasaan gaby bagai disambar petir, ketika panitia Pentas Aksi Pelajar di sekolah mengumumkan, acara tersebut diundur karena untuk menghormati atas meninggalnya sang pacar, Gaby sangat terkejut seakan-akan tidak percaya apa yang telah di dengarnya. Karena sebelumnya mereka masih bersama dan tidak terjadi apa-apa. Gaby pun bertanya tanya kepada kawan-kawannya ..namun jawabannya tetap tidak memuaskan. Gaby pun mendatangi rumah pacarnya, dan benar…hatinya semakin luluh lantak ketika dirumah pacarnya sudah ramai orang, biarpun dia sendiri belum tahu betul kejadian yang sebenarnya, sepertinya dia mulai membenarkan bahwa apa yang di katakan teman-teman maupun yang dia dengar di pengumuman itu. Dia langsung berlari masuk rumah namun jasad sang pacar sudah dikebumikan beberapa hari yang lalu. Hanya orang-orang dirumah yang melakukan do’a bersama mengenang pacarnya. Orang tua sang pacar pun tidak tega untuk memberitahukan kejadian sebenarnya, sampai akhirnya gaby pun shock dan pingsan.

Oleh keluarga akhirnya Gaby di hibur untuk melupakan kejadian yang telah lalu dan menatap hari esok yang lebih baik. Sementara waktu terus berjalan dan acara Pentas Aksi Pelajar pun sebentar lagi akan di laksanakan. Gaby pun akhirnya merubah lirik dan judul lagu “Kenangan Terindah” yang di buat bersama sang pacar, karena sudah tidak sesuai lagi dengan keadaannya sekarang. Maka judul lagu pun di rubah menjadi “Tinggal Kenangan” sekaligus untuk mengenang sang pacar yang sangat dicintainya..

Akhirnya acara Pentas Aksi Pelajar pun digelar di sekolahannya. Gaby pun membawakan lagu “Tinggal Kenangan” dengan perasaan yang sedih karena selalu teringat akan sang pacar dan tidak bisa menunjukkannya ke sang pacar. Sorak sorai penonton, tepuk tangan kawan-kawannya pun juga tidak bisa menghibur perasaannya yang sedih. Setelah acara Pentas Aksi Pelajar selesai Gaby pun menghilang entah kemana. Tidak ada seorang pun yang tahu. Kawan-kawan mencarinya, namun dia bagai hilang di telan bumi, menghilang. Tiba – tiba ada tukang kebun berlari tergopoh-gopoh seakan-akan melihat hantu. Dia memberitahukan bahwa ada orang yang gantung diri. Setelah di lihat ternyata itu adalah Gaby, sontak semua pada menjerit, tidak percaya apa yang terjadi. Sampai se-begitunya cintanya sama sang pacar, sampai-sampai matipun harus di ikuti. Orang-orang pun akhirnya menurunkan jasad Gaby, dan di saku bajunya ditemukan sebuah lipatan kertas.

Lipatan kertas berwarna abu-abu, dilipat asal-asalan seperti akan buru-buru pergi. Lipatan kertas tersebut akhirnya dibuka dan berisi surat wasiat, yang isinya ditulis dengan bahasa gaul disana “Pan premeter sir proprosir kausau wa wa jiha..sir premeter proprosir weik weik?!!” yang artinya tidak ada yang tahu. Lalu salah satu dari mereka akhirnya memberikan surat wasiat tersebut kepada orang tua Gaby. Orang tua Gaby pun juga tidak mengetahui arti dari bahasa gaul anaknya. Akhirnya beberapa kawan Gaby menyarankan untuk menanyakannya kepada kawan-kawan satu band dengan Gaby. Surat wasiat itupun dibawa lagi ke band dimana Gaby sering latihan bersama. Dari salah satu kawan band tersebut akhirnya di harapkan bisa mengetahui makna dari surat wasiat Gaby tersebut.

Beberapa saat ditunggu-tunggu akhirnya kawan gaby memberikan pernyataan tentang arti dari bahasa gaul di surat wasiat Gaby tersebut. Lalu dengan terbata-bata, sang kawan membacakan surat wasiat itu. “Bapak-bapak dan Ibu-ibu, sebelumnya saya minta maaf jika ada salah kata, artinya adalah “Saya sendiri tidak tahu!” karena “Pan premeter sir proprosir kausau wa wa jiha..sir premeter proprosir weik weik?!!” itu yang tahu adalah penulis artikel ini. Tanya aja sama yang tulis artikel ini !!..”

Permalink: http://www.triindi.com/2008/06/11/gaby-story/

25 Responses to “Kisah Pilu tentang Gaby (yang lain)”

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Comment

[+] kaskus emoticons

Menyumbang pada Blog ini :

[Valid RSS]
rujukan Paypal
© 2010 triindi. All rights reserved.
Proudly by wordpress.