Bingung kan baca judulnya? saya sendiri sebetulnya juga bingung
Cerita aslinya berasal dari teman saya yang berada di Jawa Tengah [katanya sih temannya] , dan untuk melindungi privacy dari para ‘pelaku’ tersebut, semua nama akan di kaburkan dan diganti. Cerita ini saya tulis karena memang sangat mengharukan dan sepertinya perlu di jadikan pelajaran pada kita semua terhadap apa yang akan kita lakukan serta akibatnya di kemudian hari.
Sebut saja Ani, adalah seorang perempuan, kakak dari 2 adik perempuan juga [dari total 3 bersaudara]. Di keluarga mereka tidak mempunyai saudara laki-laki, semuanya perempuan. Yang paling sulung adalah Ani ( bukan nama sebenarnya ) yang kedua adalah Winda ( juga bukan nama sebenarnya ) dan yang ketiga adalah Ayu yang masih duduk di bangku sekolah ( lagi-lagi juga bukan nama sebenarnya ) hehe.
Ani, kakak dan anak tertua dari keluarga mereka sudah menikah dan memilih untuk memisahkan diri dari keluarga besarnya (orang tua). Dan pada rumah si Ani ini semua cerita akan di mulai dan terjadi.
Pada dasarnya dari Ani dan suaminya (sebut saja Paijo, sorry bila ada yang namanya sama hehe) tidak ada masalah dalam hal apapun, dan bisa dibilang harmonis biarpun belum juga di karuniai keturunan. Sampai timbul kejadian yang membuat Ani terpukul, trauma yang turun-temurun menimpa adiknya.
Pada awalnya keluarga Paijo dan Ani baik-baik saja sampai kejadian krisis moneter waktu itu menimpa mereka. Paijo di PHK dari tempat kerjanya sementara Ani adalah ibu rumah tangga tulen alias tidak bekerja dan hanya bisa mendengar tanpa bisa melakukan sesuatu.
Beberapa minggu menganggur memang belum terlihat dampaknya, dan akhirnya setelah cari sana-sini Paijo mulai putus asa mencari kerja lagi dan tetap menganggur. Ani pun juga tidak tinggal diam, dia mencari kerja demi asap tetap mengepul di dapurnya. Dewi fortuna kemudian berpihak ke Ani, dia diterima bekerja di sebuah kantor swasta.
Singkat cerita Ani pun sudah memulai rutinitas sebagai karyawati, pagi berangkat dan sore harinya pulang sementara Paijo tetap standby di rumah dan sesekali keluar rumah untuk mencari kerja.
Biasanya sebulan sekali mereka sowan ke orangtuanya sambil memberi oleh-oleh & uang saku ke adiknya Ayu yang masih sekolah. Kalau Winda memang sudah bekerja sejak lulus sekolah SMU setahun yang lalu, dan jarang sekali bertemu dengan kakanya Ani.
Tetapi rupanya waktu berkunjung ke rumah mertua membuat Paijo kepincut oleh kecantikan Ayu , adik bungsu dari Ani. Sementara Ani bertatap muka dengan orang tuanya , si Paijo ini bertatap muka dengan si Ayu. Bahasa jermannya Witing tresno jalaran ora ono liyo atau Witing tresno jalaran soko kulino di anggap sama saja [artinya Benih cinta karena tidak ada yang lain atau benih cinta karena sering ketemuan].
Dan sampailah saat Ayu sudah lulus sekolah dan akan mencari kerja, maka tinggal-lah Ayu di tempat Ani yang [katanya] dikota besar dan gampang mencari kerja. Tetapi cerita akan berbeda bila di sampingnya ada Paijo
.
Sementara Ani bekerja mencari sesuap nasi, disisi lain Paijo bekerja mencari perhatian si Ayu yang hanya berduaan di rumah. Waktu berjalan, hari demi hari, minggu bertambah minggu dan bulan pun juga gak mau ketinggalan, ikut nambah juga. Akhirnya luluh juga hati si Ayu yang sudah ‘ngenger’ [numpang] di rumahnya Ani. Tanpa basa-basi Paijo unjuk gigi untuk si Ayu. Sementara [lagi] Ani bekerja demi berjalannya rumah tangga, sementara Paijo mulai memperlakukan Ayu seperti istrinya sendiri [tidak perlu di ceritakan lagi kejadiaan detailnya].
Karena sudah keseringan dan kebiasaan, Si Ayu mulai gelisah dan akhirnya menceritakan kejadian tersebut ke kakaknya [Ani]. Bagai disambar petir di siang hari Ani mendengar cerita Ayu yang sudah di perlakukan seperti itu oleh suami yang di cintainya. Paijo langsung di marahi habis-habisan oleh Ani.
Seperti biasa, Paijo minta maaf dan mengatakan bahwa itu khilaf serta tidak akan mengulanginya lagi. Luluhlah sudah hati Ani mendengar permintaan maaf Paijo tersebut, lalu untuk menghindari kejadian-kejadian tersebut terulang kembali, Ayu dipulangkan ke rumah orang tuanya.
Waktu berjalan lagi [berjalan mulu..kapan sampainya], dan Winda yang sudah bekerja mulai mencari tempat tinggal sendiri [baca : kontrak] demi menghemat waktu dan biaya [padahal sih pengin bebas]. Tanpa di sadari, kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh si Paijo. Pas Winda main ke rumah Ani kakaknya, Paijo menawarkan diri untuk mengantarkan ke tempat kontrakannya Winda. Tanpa diduga-duga, ternyata Paijo akhirnya sering pergi sendiri ke tempat Winda yang sebetulnya sudah memiliki pacar [baca : Paimin] satu kerjaan. Cerita berulang [lagi] ketika Ayu tidak ada, muncul lah si Winda.
Hari demi hari dan minggu demi minggu berjalan lama-lama Winda luluh juga tiap hari mendengarkan gombalannya Paijo. Seperti biasa, Ayu part 2 berulang dan tidak perlu di ceritakan disini. Winda mengakui, Tendangan Paijo lebih kenceng di banding pacarnya [panggil saja Paimin] hehe. Lalu Paimin di putuskan sepihak begitu saja tanpa ada alasan yang jelas.
Merasa diputuskan sepihak begitu saja, Pacar Winda [baca : Paimin] jadi curiga? ada apa denganmu ? [ seperti lagunya peterpan]. Setelah selidik sini dan selidik sana, akhirnya ketahuan juga biang keroknya yaitu Paijo. Tanpa tunggu lama, Paimin melaporkan kejadian itu pada calon kakak iparnya yaitu Ani. Mendengar cerita Paimin, Ani kaget seperti di sambar petir untuk yang kedua kalinya. Paijo akhirnya di sidang berikut Winda. Lalu mereka mengakui dan [seperti biasa] Paijo minta maaf juga Winda minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi.
Tetapi cerita berkata lain, Ani tidak menerima permintaan maaf Paijo yang sudah dua kali menyakiti hatinya. Mereka lalu memutuskan untuk berpisah saja. Sampai beberapa lama, Ani hidup sendirian tanpa di dampingi pasangan hidup.
Bulan telah berlalu semenjak kejadian itu dan Winda pun kembali lagi ke pangkuan Paimin yang akhirnya resmi jadi pasangan suami istri.
Mengingat adik yang paling bungsu masih [tetap] belum bekerja, maka pergilah Ayu ke tempatnya Winda bermaksud numpang tinggal plus mencari kerja. Karena santer terdengar kabar dari burung berkicau ada sebuah pabrik garmen yang akan membuka lowongan sebagai operator pabrik.
Paimin dengan senang hati menerima kedatangan Ayu yang tak kunjung juga mendapatkan pekerjaan. Dengan dalih ikut mencarikan pekerjaan yang siap antar jemput , Ayu pun jadi menaruh simpatik. Windae sang kakak tidak menaruh curiga terhadap gelagat suami yang mulai lebih memperhatikan adiknya Ayu. Sampai akhirnya Ayu jatuh untuk kedua kalinya di kakak ipar.
Ayu yang merasa tidak berdaya akan kemauan kakak iparnya Paimin, hanya bisa meratapi dan berharap Paimin tidak melakukannya lagi. Tetapi layaknya makan buah kelengkeng, apabila sudah makan satu tetapi maunya makan dan makan lagi begitupun juga dengan Paimin. Sudah merasakan daun muda macam Ayu gak mungkin mau berhenti. Tak kuat dengan perlakuan Paimin yang minta “jatah” terus akhirnya Ayu menceritakan ke kakaknya Ani.
Seperti di sambar petir untuk yang ke.. [berapa kali tadi ya ..] Ani mendenganr Ayu di gagahi oleh Paimin. Tanpa pikir panjang, Ani langsung meluncur ke rumah Paimin. Paimin yang sedang berduaan nonton TV dengan istrinya [Winda] kaget dengan kedatangan Ani. Tanpa basa-basi lagi, Ani “menca-mencak” kepada Paimin sambil melempar barang-barang seperti Asbak, pot kecil, gelas dan pernak-pernik rumah lainnya Semua tak lepas dari sasaran kemarahan Ani.
Winda sang istri tak tinggal diam, mendengar omongan kakaknya tentang perlakuan Paimin kepada adiknya [Ayu]. Winda pun ikut “menyerang’ Paimin. Mendapat serangan kakak beradik tersebut, Paimin sepertinya kewalahan dan akhirnya lari tunggang langgang pergi entah kemana. Sampai akhirnya Paimin tidak balik lagi ke rumah. Ani hanya bisa meratapi kejadian yang menimpa adiknya Ayu. “Kok bisa jatuh untuk yang ke dua kalinya“. Sudah dengan suaminya sendiri malah di tambah dengan adik iparnya.
Disini ceritanya berkata lain lagi, Ani yang hidup sendirian akhirnya di temani teman wanitanya, sebut saja Nita. Nita adalah teman kerja dari Ani. Dengan Nita, Ani mulai merasa tidak sendirian lagi di rumah, ada yang membantu membersihkan rumah, menemani nonton TV dan tak ketinggalan “ngrumpi”.
Nita yang tadinya hanya menemani Ani tinggal yang di rumah sendiri [daripada kontrak sendiri-sendiri lebih baik kan berdua bisa lebih murah], akhirnya ikut menemani juga hatinya Ani yang dilanda duka itu. Gayung pun bersambut, Ani yang merasa di kecewakan oleh Paijo jadi berpaling hati untuk jenis yang sama. Nita yang dari awal [mungkin] memang menaruh hati terhadap Ani tidak menunggu lama balasan dari Ani. Mereka pun akhirnya menjalankan “Cinta terlarang” dari dua jenis yang sama. Sampai akhirnya cerita ini dibuat…selesai deh, dong.
Ceritanya mungkin di tambahkan bumbu-bumbu penyedap berharap supaya enak di santap..halah!! Mohon maaf bila banyak salah penulisan kata dan kalimatnya.
No related posts.



![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://www.triindi.com/wp-content/uploads/2009/11/valid-rss.png)



Wahhh Ramai bener cerita nya seperti cerita dari majalah playboy ckckckc
Katanya itu adalah True Story temennya temenku..